Rabu, 31 Oktober 2012

Suara Hati Sang Bidadari

Sendiri... Menjalani hari demi hari 
Kadang terasa lelah dan bosan... 
Rutinitas yang sama... 
Dengan orang yang itu itu juga... 

Bukan tak bersyukur ,jika terasa ini 
Atau akan meminta yang lebih tinggi 
Aku hanya sedang berada diposisiku 
Saat ini sebagai manusia,aku lemah... 

Sejenak aku memikirkan untuk berbagi 
Mungkin bisa mengurangi sepinya hati 
Tapi saat aku mencoba memulai... 
Hati terasa enggan,dan menunda lagi... 

Tuhan... 
Selama ini kau lihatkan didepanku 
Orang orang yang bermacam macam 
Lengkap bersama tumpukan harta kekayaan 

Tapi aku tak memilih satupun ... 
Aku tau banyak orang menyebutku aneh 
Tak mengapa...mereka bukan aku... 
Dan aku tetap di permohonanku padaMu 

Tuhan..berikan aku sebatang tongkat kokoh 
Dan bukan keranjang belanjaan yang penuh 
Bukan orang berharta yang tampak seperti 
Keranjang belanjaan... 

Meski terlihat senang...tapi tetap harus aku pegang dan bawa kemana mana... 
Aku bukan tak bersyukur dengan semua itu 
Aku sadar akan semakin tua dan melemah 
Aku bahkan tak sanggup membawa satupun 
Dari apa yang aku punya nanti... 

Aku ingin ada seseorang yang menemaniku 
Menjadi sandaranku dan menuntun jalanku 
Menjagaku...sampai akhir nafasku 
Seperti sebatang tongkat ...yang selamanya setia padaku... 

Tuhan...Engkau mengerti aku....amin

Ditulis Oleh : BIDADARI (Tetangga Sebelah)

Akulah Bidadarinya

Minggu, 25 Maret 2012

Bermain Cinta

Ku relakan, kau akan pergi_ 
Walau hati luka, batinku tersiksa_ 
Apalagi kata, kau bermain cinta, dibelakang diriku_ 

Tanpa kata, ku akan pergi_ 
Engkau dimataku, tak berarti lagi_ 
Bagiku lelaki, tak punya hargga diri_ 
Kau rendahkan... Cintamu_ 

Ku akan rela, engkau menjauh atau bila kau mati_ 
Aku tau, tak akan lagi memiliki_ 
Ku ingin yg lain tak bisa miliki_ 

Jangan salahkan, bila aku begini pada dirimu_ 
Karna kau begitu lukai hatiku_ 
Ketika ku smakin sayang_ 
Kau bermain cinta_ 

Sumber

Sabtu, 17 Maret 2012

BENAR ato SALAH ?


Yakinkah bila dirimu benar,
Bilamana kau dipersalahkan...
Menerimakah kau dipersalahkan
Saat dirimu merasa benar...

Benar dan salah ...

Semua orang ingin dibenarkan
Siapa yang ingin disalahkan...

Aku pernah mendengar...
''Demi kamu aku rela melakukannya.."

Namun saat semua tak sesuai rencana
"Ini semua gara gara kamu..."

Aku kemudian bertanya...
''Mengapa...harus menyalahkan?"

Banyak orang hanya bisa 
Menyalahkan...
Beribu alasan dikemukakan...
Hanya untuk menjadi benar

Awal yang baik berakhir
Berantakan...
Saling bongkar aib
Pun sudah jadi biasa...

Kemana perasaan malu...
Andai sendiri yang berbuat
Dan salah...
Kenapa lagi harus berkata demi...

"Cari aman dan nyaman sendiri''
Tak peduli korbankan apa....

...
Sumber

Senin, 05 Maret 2012

Mencari Ketenangan Hati


Saat seperti ini ,kuingin sendiri
Jauh dari semuanya...
Menenangkan hati..
Agar kubisa tertawa kembali...

Aku tak pandai bercerita
Saat yang kurasa kesakitan
Hati dan perasaanku
Tak perlu semua orang tau
Sesuatu yang mudah didapatkan
Mungkin nilainya berkurang
Karna tak ada perjuangan
Dan mungkin luput dalam ingatan

Apa yang kumiliki bukan pemberian
Semua kudapat dengan kerja keras
Dan atas ijin Tuhan
Aku bisa seperti sekarang...

Aku menghargai apa yang kupunya
Aku berusaha selalu menjaganya
Namun aku terbatas sebagai manusia
Yang hanya bisa Ikhlas saat itu tiada...
...

Written By 
 Tetangga Sebelah

Sabtu, 03 Maret 2012

GERAKAN DONASI SAHABAT ANAK LUMPUR SERIBU RUPIAH UNTUK ANAK-ANAK KORBAN LUMPUR LAPINDO


PENGANTAR
Uang seribu rupiah, bukanlah jumlah yang banyak dan juga tidak sedikit, apalagi buat anak-anak, terutama anak-anak korban lumpur Lapindo.
Sudah lebih dari 5 tahun, sejak 29 Mei 2006,  semburan lumpur Lapindo terus berlangsung tanpa ada upaya cerdas dari negara dan Lapindo untuk mengatasinya. Area kerusakannyapun semakin meluas tanpa terkendali. Ancaman tidak hanya pada hilangnya wilayah hidup bagi ratusan ribu warga, termasuk rumah, sawah, sekolah, dan lainnya. Melainkan juga menurunnya kualitas hidup yang jauh dari kata layak dan nasib pendidikan anak-anak yang semakin tidak menentu.
Tiap mendekati tahun ajaran baru, ratusan anak-anak korban lumpur Lapindo tidak menentu masa depannya, apakah dapat melanjutkan sekolah atau tidak. Tidak jarang diantaranya terpaksa harus putus sekolah karena orang tuanya tak mampu lagi membiayai pendidikan dan kehidupan mereka sehari-hari, sementara biaya sekolah terus naik. Pemerintah maupun Lapindo seolah tidak peduli dengan nasib pendidikan anak-anak korban lumpur Lapindo, selama ini mereka hanya sibuk mengurusi ganti rugi yang tak kunjung selesai. Nasib lebih dari 30 sekolah dan aktivitas pendidikan dibiarkan saja.

The one thousand dollars, not the amounts and not too little,especially for children, especially child victims of Lapindo mud.
It has been more than five years, since May 29, 2006, Lapindomudflow continues without any intelligent effort of state and Lapindoto handle it. Area kerusakannyapun expanding uncontrollably. Threatnot only to the loss of life for hundreds of thousands of area residents,including houses, fields, schools, and others. But also the decreased quality of life is far from a decent education and the plight of children who are increasingly uncertain.
Each new school year approaching, hundreds of child victims of theLapindo mud uncertain future, whether to continue school or not. Notuncommon among forced to drop out of school because their parentscould no longer finance their education and everyday life, whileschool fees continue to rise. Government and Lapindo not asconcerned with the fate of the education of children victims ofLapindo mud, so far they are just busy with compensation still not finished. The fate of more than 30 schools and educational activitiesare left alone.

TUJUAN
Gerakan Donasi Sahabat Anak Lumpur, Seribu Rupiah Untuk Pendidikan Anak-Anak Korban Lumpur Lapindo bertujuan untuk mengajak Bapak/Ibu/Saudara untuk memberikan dukungan kepada anak-anak korban lumpur Lapindo agar pendidikannya dapat dilanjutkan dan tidak menjadi bagian generasi suram yang tidak memiliki masa depan, dengan mendonasikan sebagian rizki Bapak/Ibu/Saudara bagi mereka.

Donations Friends of Children's Movement Lumpur, Thousand RupiahFor Kids Education Lapindo Mudflow Victims aims to invite Father / Mother / Brother to provide support to child victims of Lapindo mud in order to continue their education and not become part of the generation that does not have a bleak future, by donating some of rizkiFather / Mother / Brother to them.

DESKRIPSI
Gerakan Donasi Sahabat Anak Lumpur telah dijalankan sejak tahun 2010. Pada pengalaman sebelumnya, 87 anak telah dibantu biaya pendidikannya, berkisar 220 ribu hingga 1,8 juta rupiah, bergantung tingkat sekolah, kebutuhan, dan kondisi keluarga. Donasi tersebut disalurkan langsung kepada sekolah dengan disetujui oleh orangtua siswa ataupun juga melalui orangtua masing-masing siswa.
Pada pengumpulan donasi tahap 2 ini, Agustus-Desember 2011, ada 212 anak yang terdata kesulitan dalam pembiayaan pendidikan dan membutuhkan bantuan, meliputi:
  1. 83 siswa SDN Mindi Kec. Porong
  2. 47 siswa dari SDN Besuki Kec. Jabon
  3. 30 siswa MI Ma’arif Jatirejo Kec. Porong
  4. 26 siswa MI Darul Ulum Besuki Kec. Jabon
  5. 9 siswa SMPN 2 Jabon
  6. 4 siswa MTs Jawahirul Ulum Besuki Kec. Jabon
  7. 4 siswa SMK Jawahirul Ulum Besuki Kec. Jabon
  8. 1 siswa SMK Jabon
  9. 8 siswa peralihan dari kelas 6 SD ke kelas 1 SMP dari Desa Jatirejo dan Siring Kec. Porong
Adapun bantuan pembiayaan pendidikan yang akan diberi berupa biaya:
      Seragam
      Buku 
      Daftar ulang
      Sumbangan uang gedung
      Ujian
      Pengambilan raport, dan lainnya
Pada tahap berikutnya, pengumpulan donasi akan diperluas dengan program orang tua asuh, beasiswa, dan pendanaan abadi perbaikan pendidikan bagi anak-anak korban lumpur Lapindo.

Donations Friends of Children Lumpur movement has run since 2010. On previous experience, 87 children have been assisted bythe cost of education, ranging from 220 thousand to 1.8 milliondollars, depending on the level of schools, needs, and familyconditions. Donations are channeled directly to schools to be approved by parents or also by parents of each student.
In the second stage is the collection of donations, from August to December 2011, there are 212 children who recorded the difficulty in financing education and need help, include:
 1. SDN 83 students Mindi district. Porong
 2. 47 students of SDN Besuki district. Jabon
 3. 30 students Ma'arif Jatirejo MI district. Porong
 4. 26 students MI Darul Ulum Besuki district. Jabon
 5. 9 students SMPN 2 Jabon
 6. 4 students MTs Jawahirul Ulum Besuki district. Jabon
 7. 4 vocational students Jawahirul Ulum Besuki district. Jabon
 8. 1 vocational students Jabon
 9. 8 students transition from grade 6 to grade one elementary school ofthe village and Siring Jatirejo district. 
     Porong
The financial assistance will be given in the form of education costs:
       uniform
       book
       re-registration
       Donations of money building
       test
       Intake of report cards, and other
In the next phase, the collection of donations will be expanded with the foster parent program, scholarship, and enduring improvements in education funding for child victims of the Lapindo mud.



PENGELOLAAN
Bapak/Ibu/Saudara bisa mendonasikan dukungannya pada kotak-kotak donasi yang kami sediakan sementara di beberapa tempat.  Kami pun dapat menjemput ke tempat-tempat Bapak/Ibu/Saudara. Juga bisa langsung dikirimkan ke:
            Rekening CIMB Niaga Surabaya, a/c No  095.01.00224.00.0 a/n WALHI Jawa Timur.
Dukungan dan donasi anda akan dikelola Walhi Jawa Timur dan pendistribusiannya bekerjasama dengan Posko Informasi Keselamatan Korban Lapindo untuk diserahkan ke sekolah-sekolah dimana anak-anak korban lumpur lapindo belajar. Laporan perkembangan dan distribusi dukungan akan disampaikan terbuka melalui website www.korbanlumpur.info, www.walhijatim.or.id, dan www.jatam.org.

Father / Mother / You can donate in support of donation boxes that we provide while in some places. We were able to pick up all the placesFather / Mother / Brother. Can also be directly sent to:
             CIMB Niaga account Surabaya, a / c No 095.01.00224.00.0 a / n WALHI East Java.
Support and your donation will be managed Walhi East Java anddistributed in cooperation with the Command Post Safety Informationto be submitted to the Victims of Lapindo schools where children arevictims of Lapindo mud learn. Support the development anddistribution of reports will be submitted through the website www.korbanlumpur.info open, www.walhijatim.or.id, andwww.jatam.org.

atau bisa juga dengan membeli merchandise yg hasilnya untuk donasi
Desain B Harga 100 rb Biaya Produksi 65 rb Donasi 35 rb
Kaos Warna Hitam Harga Rp.100.000 belum ongkir Perincian : biaya produksi 65 rb Donasi anak lumpur Lapindo 35 rb
Harg
a Rp.100.000 belum ongkir Perincian : biaya produksi 65 rb Donasi anak lumpur Lapindo 35rb bahan combat 20s
Price of Rp. Yet sis 100 000 Specificity: rb production costs 65Donation children mudflow material 35rb combat 20s